Instagram

Senin, 25 Mei 2015

Rampah (Air Terjun) Lambin dan Jelatang Pegunungan Meratus

Kembali kita akan membahas potensi wisata kalimantan selatan yang patut untuk dikembangkan oleh pariwasata kalimantan selatan. Tidak hanya potensi laut yang ada di Teluk Tamiang, Kali ini kita eksplore kawasan meratus menyelusuri hutan pegunungan untuk menghirup udara segar pegunungan. Menyapa dedaunan yang hijau,burung burung bersahutan menyambut keragam hayati makhluk hidup

Banyak orang belum mengetahui bahwa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan banyak terdapat lokasi tersembunyi yang dapat dijadikan potensi wisata. Pegunungan Meratus yang luas membuat tempat ini memiliki potensi wisata yang beragam kali ini kami mau membahas air terjun. Sebut saja lokasi tersebut adalah air terjun (Rampah) Lambin dan Jelatang.

Rampah Lambin
Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 20 meter ini berada di deretan Pegunungan Meratus. Dari pengalaman Tim Apache Trip Organizer beberapa tahun lalu melakukan perjalanan menuju dua lokasi air terjun tersebut. Berikut adalah catatan perjalanannya. Dari desa loksado kami mencoba berjalan melewati desa Loklahung malaris. Perjalanan tampak mengasyikkan karena melewati rumah adat Malaris yang biasanya digunakan sebagai tempat upacara adat Dayak Malaris.

Rampah Jelatang
Dari desa Loklahung Malaris kami melanjutkan perjalanan ke desa selanjutnya yaitu desa Luapanggang. Desa ini berpenduduk + 10 kepala keluarga. Di sini alat penerangan menggunakan lampu teplok dan sebagian menggunakan energi cahaya matahari. Layaknya di Malaris, di Luapanggang pun juga terdapat balai adat Luapanggang. Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan yang tentunya tak kalah seru dan penuh tantangan. Kami harus menerobos belukar hutan pegunungan Meratus! Jika musim hujan, untuk menempuh perjalanan ini sebaiknya mengenakan sepatu/sandal khusus yang umumnya digunakan untuk melintas di jalur licin. Jika tidak, kita bisa terpeleset dengan segala resiko yang tidak diduga-duga. Selain licin, beberapa tumbuhan di hutan pegunungan Meratus juga perlu diwaspadai. Banyak tumbuhan berduri dan mengakibatkan gatal. 



Tracking

Rest Area, sejuk banget :)

Untuk sampai ke air terjun Lambin dan Jelatang kami hanya mengikuti jalur kecil (jalan setapak). Sekali dua jalur itu mempertemukan kami dengan areal perkebunan  masyarakat Dayak seperti karet dan kayu manis. Selain perkebunan, kami juga harus melintasi aliran sungai yang mengalir deras. Untungnya kondisi air sedang dangkal, (setinggi lutut orang dewasa). Meski medan yang kami tempuh tidak mudah bahkan sekali waktu harus menyusuri tebing curam, hutan lebat nan alami mampu mengobati rasa lelah yang tak terkira. Setelah + 3 jam perjalanan, akhirnya suara gemuruh air itu terdengar juga. Rasa penasaran kami tentang air terjun Lambin dan Jelatang semakin tak terkira. Tak sabar rasanya ingin menjadi saksi betapa Tuhan telah menciptakan alam Kalimantan Selatan penuh dengan keindahan. Begitulah, akhirnya kami sudah berada di bawah air terjun oleh masyarakat sekitar disebut rampah lambin. Rampah dalam bahasa Indonesia berarti air terjun. 

Dari lokasi rampah lambin kami mencoba untuk mendaki tebing yang ternyata di atas sana terdapat aliran sungai. Kami tak berhenti sampai di sini, keputusan adalah menyusuri sungai itu dengan melawan arus. Berbeda dengan aliran sungai sebelumnya, di sungai ini penuh dengan bebatuan besar dan airnya tidak dalam. Di ujung penyusuran sungai ini, akhirnya kami bertemu langsung dengan air terjun yang oleh orang sekitar disebut dengan rampah jelatang, disisi sebelah kiri kita akan menemukan pemandian anggang tebingya berair bila musim hujan konon dulunya disana ada burung anggang yang selalu hinggap untuk minum air disana . Karena badan sangat lelah, usai beristirahat akhirnya petualangan kami cukupkan sampai di sini dan segera kembali ke desa Loksado. Nanti kita cerita lagi ya diatas rampah jelatang masih ada rampah(air terjun) yang tidak kalah dengan rampah jelatang dan lambin :) yaitu Rampah Menjangan.

2 komentar:

  1. buat traveller pencinta pulau pulau se Indonesia, bali, lombok, dll, yang suka jalan sendiri ala backpacker atau yang traveling dengan ngambil paket wisata lombok .. ada lagu yg pas sekali untuk tulisan ini.. judulnya : INDONESIA i love you - oiya, indonesia juga terkenal lho akan oleh-olehnya kalo kita travelling.. nah sebagai salah satu ide oleh oleh mungkin bisa cari orang atau toko oleh oleh yang jual madu asli , karena madu asli itu bagus buat oleh oleh atau dikonsumsi sendiri saat travelling, biar jalan jalannya kuat dan tetap sehat (karena madu bisa jaga sehat & stamina kita)- makasih untuk tulisannya ini ya kakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus